Kamis, 30/08/2007 17:39 WIB
Enggan Diajak Istirahat, Achmad Tewas Tertimbun Pasir
Irwan Yulianto - DetikSurabaya
Situbondo - Kawasan penambangan pasir di Desa Kayuputih, Kecamatan Panji Panarukan, Situbondo, Jatim, kembali meminta korban. Achmad (30) salah seorang penambang pasir ditemukan tewas tertimbun galian pasir ketika goa penambangan ambruk dan menutupi lubang masuk, Kamis (30/8/2007).
Jenazah korban baru ditemukan setelah sejumlah warga dan rekan sekerjanya berusaha menguruk kembali reruntuhan tanah dan timbunan pasir di kedalaman gua 2 meter.
Selain akibat tertimbun pasir, kuat dugaan tewasnya pria beranak dua asal Desa Sumbekolak Kecamatan Panarukan tersebut akibat tergencet bebatuan cadas yang menggantung di mulut goa penambangan pasir.
Evakuasi korban berlangsung cukup lama, karena pertolongan warga dilakukan dengan cara tradisional. Yakni dengan menggunakan cangkul dan linggis. Ketika berhasil dikeluarkan, di beberapa bagian jenazah korban ditemukan banyak luka parah.
"Korban mengalami patah tulang pada bagian lehernya. Dahinya juga mengalami retak, akibat tertimpa batu cadas," kata Kacung (34) salah seorang warga yang membantu jalannya evakuasi korban.
Beberapa rekan korban mengungkapkan, sesaat sebelum kejadian korban sebenarnya sudah diajak untuk beristirahat untuk makan siang. Namun ajakan rekan sekerjanya itu tidak digubris.
Di mata rekan kerjanya korban memang dikenal sangat giat bekerja dan paling banyak mengumpulkan hasil tambang pasir.
"Saat itu memang waktunya makan siang dan istirahat untuk sholat dzuhur. Namun saat kami ajak, korban selalu menolak dan berjanji sebentar lagi mau menyusul kami. Kami sangat terperanjat ketika kembali ke penambangan pasir, mulut gua sudah tertutup longsoran," kata Sutaji (27), rekan korban.
Kondisi kawasan penambangan pasir di Desa Kayuputih, tuturnya, dalam sepekan terakhir memang terlihat agak labil atau mudah longsor. Ini karena turunnya hujan yang cukup lebat dan sebagian genangan air menerpa kawasan penambangan pekan lalu.
Kapolsek Panji, AKP Didik Rudianto, menyatakan berdasarkan olah TKP, penyebab tewasnya korban murni karena kecelakaan kerja. "Korban tewas murni karena tertimbun tanah dan pasir saat melakukan penambangan di tempat kerjanya," ucapnya. (mar/mar)
http://www.detiksurabaya.com/indexfr.php?url=http://www.detiksurabaya.com/index.php/detailberita.main/y/2007/m/08/d/30/tts/173935/idkanal/475/idnews/823897